Cari Uang dengan main game

NEWS

JIKA ANDA INGIN LEBIH TERHUBUNG DENGAN SHAQ BLOG,SILAKAN DOWNLOAD TOOLBAR SAYA DISINI...TERIMA KASIH

Cara menangani gangguan ikan buntal saat memancing gambar ikan buntal





Kalau anda memancing di laut, maka anda akan menemukan jenis ikan ini saat memancing di karang. Ikan buntal memiliki ciri – ciri dapat menggembungkan badannya jika terkena mata pancing ataupun tertangkap jaring. Ikan buntal biasanya juga mengganggu pemancingan karena ikan ini sering menyambar senar dengan giginya yang tajam dan akan memutuskan senar pancing anda sekaligus. Ikan ini tidak dapat diambil sebagai tangkapan karena beracun dan berduri banyak sehingga para nelayan biasanya langsung membuangnya saja.

Ikan buntal memiliki nama latin porcupinefish dan memiliki beberapa panggilan. Dalam bahasa lokal dikenal juga dengan nama “ikan buntek” dan dalam bahasa Inggris diberi nama “balloonfish” dan “globefish” karena bentuknya yang membesar seperti balon. Hal itu berlaku pula saat ia berada di perairan di dalam laut, dimana jika ia merasa dalam bahaya maka ia akan menggelembungkan dirinya seperti balon untuk menakuti musuhnya. Pertahanan diri seperti ini merupakan yang paling efektif selain racun yang terdapat dalam tubuhnya sehingga ikan predator tidak mau memakannya. Ikan buntal memiliki habitat karang – karang di pantai dan sampai di perairan dangkal di laut. Dan penyebaran ikan ini berada di perairan tropis di seluruh dunia.

Cara untuk menghindarkan perusakan pancing karena ikan buntal adalah dengan menambahkan sambungan dari logam di ujung senar anda sebelum mata pancing, sambungan ini akan menahan gigitan yang disebabkan oleh ikan buntal. Ikan buntal memiliki menu makan yang sama dengan ikan lain yang dipancing di perairan. Makanya saat memancing umpan yang berupa cumi – cumi atau udang diperebutkan juga oleh ikan buntal dan ikan pemangsa lain.

Jika sampai tertangkap oleh mata kail anda sebaiknya anda melepaskannya dengan hati – hati karena ikan ini akan membesarkan dirinya dan durinya akan berbahaya. Gunakan kain atau sarung tangan untuk memegang ikannya dan lepaskan mata pancingnya dari mulut dan kembalikan ikannya ke laut. Selamat mancing salam strike..

Tags: ,
»»  READMORE...
Label: 0 komentar

Budidaya ikan nila



ikan-nilaIkan nila merupakan komoditas potensial yang patut dilirik oleh siapa saja yang ingin menggelutinya. Ikan Nila GIFT (Oreochromis niloticus bleeker) merupakan jenis ikan air tawar favorit karena nilai jualnya yang tinggi sekaligus pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Selain itu ikan nila juga mudah dikembangbiakan, dan dipelihara serta toleransinya yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Rasanya cukup gurih sehingga digemari masvarakat Indonesia.

Bentuk tubuh ikan nila lebih besar dari pada ikan mujair serta memiliki garis-garis putih vertical pada sirip ekor dan punggungnya. Ikan nila yang merupakan ikan sungai atau danau sangat cocok dibudidaya pada perairan yang tenang ataupun kolam. Toleransi ikan ini terhadap salinitas sangat tinggi, sehingga selain pada periran tawar, nila juga sering ditemukan hidup dan berkembang pesat pada perairan payau, misalnya tambak.

Teknik Budidaya

Persiapan Kolam.

Jenis kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan nila yaitu kolam tanah dengan jenis tanah bertekstur liat atau liat berpasir. Kedalaman kolam sebaiknya berkisar antara 0,5-1 m. Kedalaman ini berperan dalam menentukan tingkat kesuburan kolam dimana kedalaman kolam berpengaruh pada masuknya sinar matahari yang berperan pada proses fotosintesis sehingga menyebabkan tersedianya makanan alami bagi ikan di dalam kolam. Pada kolam sebaiknya memiliki saluran pemasukan dan pengeluaran air. Hal ini penting dalam mengatur sirkulasi air di kolam.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum dilakukan pengisian air pada kolam :

- Kolam dikeringkan dan dijemur selama 4-7 hari atau sampai tanah dasar kolam retak-retak. Hal ini berguna untuk membasmi hama dan bibit-bibit penyakit.

-Pemberian kapur pada kolam dengan dosis 10-25 gr/m2. Tujuannya adalah untuk membasmi bibit – bibit penyakit yang masih terdapat di dasar kolam dan selain itu juga dapat meningkatkan pH air.

-Pemupukan kolam. Pupuk yang digunakan berupa pupuk kandang maupun pupuk buatan. Hal ini perlu karena sifat ikan nila yang menyukai pakan plankton. Pupuk kandang paling baik diberikan pada awal persiapan kolam dengan dosis 250 gr/m3. Setelah kolam diisi air selanjutnya diberikan pupuk anorganik berupa urea dan TSP dengan dosis masing – masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2.

-Pengisian air kolam. Sumber air dapat berasal dari sungai, danau, mata air atau air sumur. Untuk pengisian pertama, kolam diisi air hingga ketinggian 5-10 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari. Hal ini berguna untuk tumbuhnya makanan alami di kolam. Selanjutnya di kolam diisi penuh dan dilanjutkan dengan pemupukan menggunakan pupuk anorganik.

Penebaran Benih.

Ciri-ciri benih yang baik adalah yang berwarna cerah dan pergerakannya lincah. Untuk padat penebaran yang dianjurkan berkisar 15-20 ekor/m2. Tergantung dengan ukuran benih. Sebelum ditebar benih disucihamakan terlebih dahulu dengan direndam pada larutan Kalium Permanat (PK) atau malachite green atau garam dapur selama 1-2 hari. Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari. Saat penebaran, dilakukan aklimatisasi yaitu dengan cara memasukkan kantong benih ke dalam kolam sehingga air kolam masuk ke wadah benih sedikit demi sedikit, lalu secara perlahan-lahan benih dikeluarkan.

Pemberian Pakan.

Jenis pakan yang baik berupa pellet yang mengandung 25% protein. Selain itu juga dapat diberikan pakan tambahan berupa dedak halus, ampas tahu atau bahan makanan lain yang mudah diperoleh. Pemberian pakan per hari harus, yaitu sebanyak 3-5%dari berat tubuh ikan.

Pemanenan

Pemanenan dapat dilakukan pada 3-6 bulan pemeliharaan. Hal ini tergantung pada : Kesuburan kolam, Ukuran ikan yang diharapkan, Teknik pemeliharaan. Biasanya untuk ukuran 500-600 gr/ekor pemanenan dapat dilakukan selama kurang lebih 6 bulan pemeliharaan. Pemanenan dikolam dapat dilakukan dengan pengeringan air hingga tersisa di kemalir yang untuk selanjutnya dapat ditangkap dengan diseser.

Pemasaran.

Potensi pasar untuk ikan nila masih sangat lebar dengan harga yang cukup terjangkau pasar, mulai dari nila yang stadium bibit sampai ikan nila yang di kategorikan sebagai ikan konsumsi semua pasar tersebut masih sangat memungkinkan dimasuki. Ikan nila ini dapat Anda pasarkan untuk mensuplay ke berbagai kolam pemancingan ikan, pasar-pasar tradisional maupun supermarket, rumah makan, bahkan untuk skala ekspor.

Analisa Usaha.

Budidaya dilakukan pada kolam sederhana ukuran 50 m2 dengan padat tebar 35 ekor/m2.

Feeding rate sebesar 3% dengan masa pemeliharaan 3,5 bulan, mortalitas 25% dan hasil panen ukuran 300 gr perekor.

1.Investasi

•Pembuatan kolam dan pembelian peralatan = Rp. 1.000.000

2.Biaya

•Biaya Tetap per panen dalam satu tahun Rp. 480.000: 4 = Rp. 120.000

•Biaya variable terdiri dari Benih+pakan+ Obat = Rp. 2.051.200

Total biaya = Rp. 2.051.200 + Rp. 120.000 = Rp. 2.171.200

3.Hasil Produksi per periode = Panen 394 kg@ 9000 = Rp. 3.536.000

4.Keuntungan = Rp. 3.536.000 – Rp. 2.171.200 = Rp. 1.374.800

Diolah dari berbagai sumber
Sumber Gambar: http://pemancing.com/wp-content/uploads/2009/08/ikan-nila.jpg

Tags: ,
»»  READMORE...

Pembenihan Ikan Baung (Mystus Nemurus)



Pemeliharaan Induk Pemeliharaan induk dilakukan di kolam induk yang berukuran 600 m2 dengan kedalaman air rata-rata 1 m dengan padat tebar 15 ekor /m2. Selama pemeliharaan induk diberikan pakan berprotein minimal 28% sebanyak 2% dari total Biomass/hari dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari.

Seleksi Induk

Pengecekan tingkat kematangan gonad induk betina yang siap pijah dapat dicirikan perut yang membesar dan lembek bentuk badan yang agak melebar dan pendek. Pada sekitar lubang genital agak kemerahan dan telur berwarna kecoklatan. Ukuran diameter telur ikan baung yang siap dipijahkan dan mampu berkembang dengan baik berkisar 1,5 sampai 1,8 mm dengan rata-rata 1,6 mm. Telur yang bagus dapat dilihat intinya sudah menepi dan tidak terjadi penggumpalan jika diberi larutan sera.

Sedangkan untuk induk jantan yang siap dicirikan dengan ujung genital papilla (penis) berwarna merah yang panjangnya sampai ke pangkal sirip anal. Cairan sperma ikan baung ini berwarna bening.

Pemijahan dilakukan secara buatan dengan penyuntikan hormon. Jenis hormon yang digunakan adalah ovaprim denga dosis 0,5 cc/kg induk betina dan 0,3 cc/kg untuk induk jantan.

Induk ditampung dalam wadah fiber/waskom/aquarium yang berfungsi sebagai tempat inkubasi induk. Induk ditimbang beratnya untuk menentukan jumlah hormon yang akan digunakan. Penyuntikan induk betina dilakukan 2 kali dengan interval waktu penyuntikan 6 jam, untuk penyuntikan I digunakan 1/3 dari dosis dan 2/3 sisanya untuk penyuntikan ke II. Sedangkan untuk induk jantan dilakukan sekali penyuntikan yaitu waktu penyuntikan kedua pada induk betina. Penyuntikan dilaksanakan secara intra muskular di bagian kiri/kanan belakang sirip punggung. Posisi jarum suntik terhadap tubuh induk membentuk sudut 30o – 40o sejajar dengan panjang tubuh.

Waktu ovulasi berkisar antara 6 – 8 jam setelah penyuntikan ke II (kisaran suhu 29o – 31o ditandai dengan keluarnya telur bila dilakukan pengurutan pada bagian perut.

Pembuahan

Pengambilan sperma dilakukan dengan pengurutan ke arah lubang genital dan dengan spuit yang sudah diisi dengan larutan NaCl 0,9% dengan perbandingan 4 cc NaCl dengan 1 cc sperma. Pembuahan buatan dilakukan dengan cara mencampurkan telur dengan sperma kemudian diaduk dengan bulu ayam searah jarum jam selama kurang lebih 2 – 3 menit secara perlahan sampai tercampur rata, lalu diberi air bersih. Selanjutnya telur ditetaskan di dalam aquarium.

Penetasan Telur

Penetasan dilakukan pada substrat buatan yang diletakkan menggantung di aquarium. Hal ini dikarenakan telur ikan baung memiliki daya rekat yang tinggi sehingga telur tersebut menempel kuat pada substrat. Setelah telur menetas larva akan jatuh ke dasar aquarium dan larva baung bersifat bergerombol dan lebih suka berada di dasar aquarium. Sedangkan telur yang tak menetas tetap menempel pada substrat.

Pemeliharaan Larva

Panen larva dilakukan setelah larva berumur 6 – 8 jam setelah menetas dengan cara disifon dengan selang plastik dan ditampung dalam waskom atau dengan menggunakan serok halus dan dihitung kepadatannya. Selanjutnya baru dilakukan penebaran di media pemeliharaan larva. Padat penebaran yang digunakan dalam pemeliharaan larva ikan baung ini 20 ekor/liter.

Larva yang baru menetas berukuran 0,5 cm dengan berat 0,7 mg. Selama pemeliharaan larva, pakan yang diberikan adalah nauplii Artemia sp dan cacing rambut diberikan setelah larva berumur 8 hari. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 5 kali per hari yaitu pada pukul 07.00, 11.00, 15.00, 19.00, dan 23.00 WIB. Agar kualitas air tetap baik dilakukan penyifonan kotoran yang mengendap di dasar aquarium. Penyifonan dilakukan 1 x per hari pada pagi hari sebelum pemberian pakan.

Pendederan

Sebelum dilakukan penebaran benih, terlebih dahulu dilakukan persiapan kolam pendederan yang meliputi pengeringan kolam, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar kolam dan pembuatan caren (kemalir). Dalam kegiatan persiapan kolam juga dilakukan pemupukan, pengapuran, pengisian air dan inokulasi moina sp. dengan kepadatan 10 juta individu/500 m2

Pengolahan dasar kolam dilakukan dengan cara pembalikan tanah dasar kolam, diratakan dengan pembuatan kemalir dengan kemiringan 0,5 – 1% ke arah pintu pengeluaran. Setelah pengolahan tanah, dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang (kotoran ayam petelur) dengan dosis 60 gr/m2. Penjemuran kolam dilakukan selama 3 hari lalu diisi air secara bertahap sampai ketinggian air 90 cm.

Inokulasi Moina sp dilakukan sehari setelah pengisian air. Kolam didiamkan selama 3 – 4 hari agar ekosistem kolam dapat mencapai keseimbangan dan Moina sp berkembang biak. Sebelum benih ditebar di kolam dilakukan pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, oksigen dan pH.

Penebaran banih dilakukan pada hari ke-8 dari awal persiapan kolam (3 hari setelah penebaran Moina sp). Penebaran benih dilakukan pagi atau sore hari untuk menghindari stress. Benih yang ditebar berukuran rata-rata 2,4 cm dengan padat tebar 20 ekor/m2 Pemeliharaan benih dilakukan selama 4 minggu. Setelah penebaran, benih diberi makan berupa pakan komersial (pellet) yang dihancurkan dengan kadar protein 28 – 30% sebanyak 25 – 100% total biomassa/hari. Total pemberian pakan tersebut adalah sebagai berikut :

* Minggu I : 100%,
* Minggu II : 80%
* Minggu III : 70%
* Minggu IV : 30%

Frekuensi pemberian pakan 3 x sehari pagi, siang dan sore .

Pemanenan

Pemanenan dilakukan dengan menjaring ikan dalam kolam menggunakan jaring, selanjutnya ditampung dalam hapa penampungan dan diberok selama 1 hari. Sebelum dilakukan pendistribusian benih pada pembudidaya ikan, benih terlebih dulu diseleksi sesuai ukuran.

Benih dikemas dalam kantong plastik ukuran 60 x 90 cm. Kepadatan per kantong tergantung pada ukuran benih dan waktu tempuh.

Tags: ,
»»  READMORE...

Pembenihan Lele





I. PENDAHULUAN

Salah satu komoditas perikanan yang cukup populer di masyarakat adalah lele dumbo (Clarias gariepinus). Ikan ini berasal dari Benua Afrika dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1984. Karena memiliki berbagai kelebihan, menyebabkan, lele dumbo termasuk ikan yang paling mudah diterima masyarakat. Kelebihan tersebut diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang tinggi, rasanya enak dan kandungan gizinya cukup tinggi. Maka tak heran, apabila minat masyarakat untuk membudidayakan lele dumbo sangat besar.

II. Sistematika

Philum Chordata, Kelas Pisces, Anak Kelas Telestei, Bangsa Ostariophysi, Anak Bangsa Siluridae, Suku Claridae, Marga Clarias dan Jenis Clarias gariepinus.

Bentuk tubuh memanjang, agak bulat, kepala gepeng, tidak bersisik, mempunyai 4 pasang kumis, mulut besar, warna kelabu sampai hitam. Lele dumbo banyak ditemukan di rawa-rawa dan sungai di Afrika, terutama di dataran rendah sampai sedikit payau. Ikan ini mempunyai alat pernapasan tambahan yang disebut abrorescent, sehingga mampu hidup dalam air yang oksigennya rendah.

Lele dumbo termasuk ikan karnivora, namun pada usia benih lebih bersifat omnivora. Induk lele dumbo sudah dapat dipijahkan setelah berumur 2 tahun dan dapat memijah sepanjang tahun.

- Tanda induk betina: tubuh lebih pendek, mempu- nyai dua buah lubang kelamin yang bentuknya bulat.

- Tanda induk jantan: tubuh lebih panjang, mempunyai satu buah lubang kelamin yang bentuknya memanjang.

III. PEMBENIHAN

Saat ini lele dumbo sudah dapat dipijahkan secara alami. Namun demikian banyak orang yang lebih suka memijahkan dengan cara buatan ( disuntik ) karena penjadwalan produksi dapat dilakukan lebih tepat.

A. Pematangan Gonad

Pematangan gonad dilakukan di kolam seluas 50 - 200 m2 dengan kepadatan 2 - 4 kg/m2. Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet sebanyak 3 persen/hari dari berat tubuhnya.

B. Seleksi Induk

- Seleksi bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan induk yang akan dipijahkan.

- Induk betina ditandai dengan perutnya yang buncit dan kadang-kadang apabila dipijit kearah lubang kelamin, keluar telur yang warnanya kuning tua.

- Induk jantan ditandai dengan warna tubuh dan alat kelaminnya agak kemerahan



C. Pemberokan

- Pemberokan dilakukan dalam bak seluas 4 - 6 m2 dan tinggi 1 m, selama 1 - 2 hari.

- Pemberokan bertujuan untuk membuang kotoran dan mengurangi kandungan lemak dalam gonad.

- Setelah diberok, kematangan induk diperiksa kembali.

D. Penyuntikan

- Induk betina disuntik dengan larutan hipofisa ikan mas sebanyak 2 dosis (1kg induk membutuhkan 2 kg ikan mas) dan jantan 1/2 dosis atau ovaprim 0,3 ml/kg.

- Penyuntikan dilakukan pada bagian punggung.

E. Pemijahan / Pengurutan

- Apabila akan dipijahkan secara alami, induk jantan dan betina yang sudah disuntik disatukan dalam bak yang telah diberi ijuk dan biarkan memijah sendiri.

- Apabila akan diurut, maka pengurutan dilakukan 8 - 10 jam setelah penyuntikan.

- Langkah pertama adalah menyiapkan sperma: ambil kantong sperma dari induk jantan dengan membedah bagian perutnya, gunting kantong sperma dan keluarkan. Cairan sperma ditampung dalam gelas yang sudah diisi NaCl sebanyak 1/2 bagiannya. Aduk hingga rata. Bila terlalu pekat, tambahkan NaCl sampai larutan berwarna putih susu agak encer.

- Ambil induk betina yang akan dikeluarkan telurnya. Pijit bagian perut ke arah lubang kelamin sampai telurnya keluar. Telur ditampung dalam mangkuk plastik yang bersih dan kering. Masukan larutan sperma sedikit demi sedikit dan aduk sampai merata. Tambahkan larutan NaCl agar sperma lebih merata. Agar terjadi pembuahan, tambahkan air bersih dan aduklah agar merata sehingga pembenihan dapat berlangsung dengan baik, untuk mencuci telur dari darah dan kotoran lainnya, tambahkan lagi air bersih kemudian dibuang. Lakukan 2 - 3 kali agar bersih.

- Telur yang sudah bersih dimasukkan kedalam hapa penetasan yang sudah dipasang di bak. Bak dan hapa tersebut berukuran 2 m x 1 m x 0,4 m dan sudah diisi air 30 cm. Cara memasukan, telur diambil dengan bulu ayam, lalu sebarkan ke seluruh permukaan hapa sampai merata. Dalam 2-3 hari telur akan menetas dan larvanya dibiar- kan selama 4-5 hari atau sampai berwarna hitam.

E. Pendederan

~ Persiapan kolam pendederan dilakukan seminggu sebelum penebaran larva, yang meliputi : pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir

~ Pengapuran dilakukan dengan melarutkan kapur tohor kedalam tong, kemudian disebarkan ke seluruh pematang dan dasar kolam. Dosisnya 250 - 500 g/m2.

~ Pemupukan menggunakan kotoran ayam dengan dosis 500 - 1.000 gr/m2.. Kolam di isi air setinggi 40 cm dan setelah 3 hari, disemprot dengan organophosphat 4 ppm dan dibiarkan selama 4 hari.

~ Benih ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 100 - 200 ekor/m2.

~ Pendederan dilakukan selama 21 hari. Pakan tambahan diberikan setiap hari berupa tepung pelet sebanyak 0,75 gr/1000 ekor.

IV. PENYAKIT

Penyakit yang sering menyerang lele dumbo adalah Ichthyopthirius multifiliis atau lebih dikenal dengan white spot (bintik putih). Pencegahan, dapat dilakukan dengan persiapan kolam yang baik, terutama pengeringan dan pengapuran. Pengobatan dilakukan dengan menebarkan garam dapur sebanyak 200 gr/m3 setiap 10 hari selama pemeliharaan atau merendam ikan yang sakit ke dalam larutan Oxytetracyclin 2 mg/l.


Tags: ,
»»  READMORE...

Apakah Ikan Tidur????

SEBAGIAN di antara kita sering kali tergelitik oleh pertanyaan, apakah sepanjang hidupnya ikan pernah tidur? Jika memang ya, lantas bagaimana mereka bisa tidur, mengingat selama hidupnya mereka harus berada di dalam air?

Pada dasarnya, setiap makhluk hidup harus beristirahat dan tidur. Demikian juga dengan ikan. Jika tidak, ikan bisa menjadi lemah dan bahkan mati. Meski demikian, terdapat perbedaan antara tidur ikan dan manusia, termasuk cara, kapan, dan berapa lama ikan-ikan harus tidur. Saat tidur, ikan juga tidak bisa menutup matanya karena memang tidak punya kelopak mata. Kesamaannya hanya pada kebutuhan akan tempat yang aman dan nyaman. Biasanya, ikan tidak tidur di tempat tertentu, misalnya di sarang. Ikan bisa tidur di sebarang tempat, asalkan cocok.

Jika kebetulan di rumah punya akuarium dengan ikan mas atau minow di dalamnya, perhatikanlah saat ikan-ikan tersebut diam tak bergerak di dasar akurium pada malam hari. Itulah cara ikan mas dan minow tidur. Mereka beristirahat di malam hari, berbeda dengan serowot yang tidur pada siang hari dan aktif pada malam hari.

Beberapa jenis ikan juga punya perilaku yang unik saat mereka tidur. Ikan baronang misalnya, tidur pada malam hari dengan cara miring di celah bebatuan. Ikan karper eropa tidur malam hari di dalam “taman karang” idamannya, sedangkan ikan sidat gusi tidur di pasir pada siang hari dengan kepala menyembul. Pada malam hari sidat gusi justru berkeliaran mencari pakan.

Hasil riset terbaru yang dilakukan Emmanuel Mignot, profesor psikiatri dan ilmu tingkah laku di Universitas Stanford, AS, memperlihatkan bahwa ikan zebra butuh tidur meski hanya sebentar. Yang menarik, hasil riset yang laporannya dimuat dalam jurnal PloS Biology edisi 16 Oktober 2007 itu juga memperlihatkan adanya gejala unik, ikan bisa mengalami kesulitan tidur atau insomnia pada malam hari, khususnya ketika kehidupan biologinya dikacaukan.

Mignot dan koleganya yang memonitor ikan zebra di akurium menemukan, ketika ikan-ikan itu tertidur, ekor mereka lunglai dan menghabiskan sebagian besar malam dengan berada di dasar akuarium. Lalu, mereka memonitor pola tidur sekejap pada ikan zebra normal dan ikan zebra mutan yang fungsi reseptor hypocretin-nya dikurangi. Secara keseluruhan, tidur sebentar dari ikan zebra mutan menurun sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan ikan zebra normal. Ketika ikan-ikan mutan itu akhirnya ditidurkan, mereka hanya mampu tidur setengah waktu tidur ikan normal. (Syarifah, S.P.)***



Tags: ,
»»  READMORE...

Gurame





budidaya ikan gurami

Ikan gurami merupakan ikan air tawar yang sampai sekarang masih menjadi favorit sebagai ikan konsumsi, dengan rasanya yang sangat nikmat ikan ini termasuk dalam golongan ikan mewah dalam ikan konsumsi. Banyak rumah makan menggunakan ikan gurami sebagai menu termahal dari daftar makanan mereka. Budidaya ikan gurami semakin digemari karena harganya yang mahal serta pembudidayaannya yang tidak terlalu sulit.

Jenis ikan gurami yang dibudidayakan sebagai ikan konsumsi adalah:

- Ikan gurami angsa, memiliki panjang tubuh sampai dengan 65 cm dan berat tubuh bisa mencapai 6 – 12 kg per ekor. Warna tubuh abu – abu dengan sisik relatif lebar. Di daerah sunda biasa dikenal sebagai gurami soang atau gurami galunggung.

- Gurami Jepang atau nama lainnya adalah gurami jepun, panjang tubuh lebih pendek dibandingkan gurami angsa. Memiliki warna tubuh abu – abu kemerahan terutama ada ujung sirip – siripnya. Memiliki bentuk sisik kecil dan berat mencapai 3.5 kg dan panjang maksimal 45 cm.

- Gurami Bluesafir, memiliki ciri fisik hampir sama dengan gurami yang lain namun memilii warna merah muda cerah. Berat maksimum mencapai 2 kg per ekor. Produktivitas telur mencapai 5000 – 7000 butir.

- Gurami Paris, warnanya merah muda cerah tetapi kepalanya berwarna putih dan terdapat bintik – bintik hitam diseluruh tubuh. Berat maksimum mencapai 1,5 kg, dengan produktivitas telur 5000 – 6000 butir

- Gurami perselen, memiliki warna merahmuda cerah dengan ukuran kepala relatif kecil. Kelebihannya adalah dalam menghasilkan telur jumlahnya bisa mencapai 10.000 butir setiap kali pemijahan. Gurami jenis ini adalah yang paling sering dicari sebagai benih unggul. Berat induknya mencapai 1, – 2 kg.

- Gurami Bastar, tubuh jenis gurami ini agak kehitaman tetapi warna kepalanya putih. Bentuk sisik nya agak lebar, laju pertumbuhannya termasuk cepat namun jumlah telur yang dihasilkan tidak terlalu banyak hanya 2000 – 3000 butir setiap kali pemijahan.

- Gurmi kapas, memiliki warna putih keperakan mirip kapas dengan bentuk sisik yang cukup besar. Benih gurai jenis ini dapat tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai 1 kg dalam waktu sekitar 13 bulan semenjak menetas. Priduktifitas telurnya bisa mencapai 3000 butir setiap kali pemijahan.

- Gurami batu, memiliki warna hitam dengan sisik yang kasar. Pertumbuhannya cenderung lambat dibandingkan jenis yang lain. Beratnya hanya mencapai 0,5 kg dalam waktu 13 bulan semenjak menetas.

Pakan ikan gurami

Ikan gurami termasuk dalam ikan pemakan segala atau omnivora. Di habitat asalnya ikan inimemakan fioplankton, zoo plankton, serangga dan daun tumbuhan lunak. Pada saat dewasa guramilebih suka memakan tanaman anir seperti azoll mata lele ), lemna, Hydrilla ( ekor kucing ) Ceratopgyllum, myriophyllum ( ekor tupai, pistis ( apu – apu ), kangkung, dan genjer. Untuk pembudidyaan gurami di kolam umpan alaminya adalah daun talas ( daun sente ), daun pepaya, daun ubi kayu ( singkong ) dan kangkung. Saat dibudidayakan, ikan gurami dapat dioptimalkan pertubuhannya dengan memberinya pelet.

Teknologi budi daya

Ikan gurami termasuk ikan yang pertumbuhannya lambat jika dibandingkan dengan yang lain, meski pertumbuhannya lambat, namun pertumbuhannya dapat dipacu dengan pemeliharaan yang baik seperti penebaran pakan yang tepat, pengelolaan air yang sesuai, dan pemberian pakan yang tepat serta penanggulangan penyakit dan hama. Pemeliharaan yang baik akan membuat tingkat kehidupan ikan gurami bisa meningkat sampai 85 – 90 %. Berdasarkan minat para peternak, jenis ikan gurami yang paling sering dibudidayakan adalah jenis gurami blausafir, gurami angsa, dan gurami paris. Karena ketiga jenis gurami tersebut memiliki jumlah telur yang sangat banyak, lebih dari 5000 butir per periode bertelur. Namun jika anda memilih yang pertumbuhannya paling cepat anda bisa memilih gurami jenis bastar. Karena jenis ini memiliki ukuran yang paling besar dan daya tubuhnya relatf kuat dan laju pertumbuhanya relatif cepat.

Pola Bisnis Budidaya Gurami

Pola budidaya gurami dapat disesuaikan dengan kecenderungan dan permintaan pasar, hal ini dikarenakan aspek perkembanganya yang relatif mudah yakni bisa memijah sepanjang tahun ( tanpa mengenal musim ) artinya, pembudidaya bisa mengembangkan ikan gurami sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan dana dan luas kolam yang dimiliki.

Jenis usaha yang dapat diikuti oleh para pembudidaya adalah :

Usaha pembenihan GuramiNikmatnya Budi Daya Gurami

Usaha Pendederan Gurami

Usaha Pembesaran Gurami

Usaha Pemasaran Gurami

Tags: ,
»»  READMORE...
Label: 0 komentar

Mas Koki






Kiat Merawat Mas Koki (I)
Perhatikan Pemberian Pakan

DUNIA hobi sepertinya tak pernah surut. Mulai dari hobi burung, kucing, anjing, bunga hingga berbagai jenis ikan. Dan salah satu ikan yang kini menjadi maskot beberapa penggemar adalah jenis mas koki (carrasius auratus). Dikatakan menjadi maskot karena ikan geboy ini harganya cukup terjangkau semua kalangan.

Itu cukup jauh berbeda, dengan harga ikan hias lainnya seperti arwana superred atau golden red yang harganya mencapai jutaan rupiah.

Ikan mas koki merupakan salah satu ikan hias yang amat terkenal di kalangan penggemarnya. Pasalnya, ikan jenis ini sudah puluhan tahun terkenal di Indonesia. Bahkan, mungkin menjadi yang pertama dipelihara sebagai ikan hias. Meski begitu, ikan jenis ini baru mengalami perkembangan pesat peminatnya sekitar tahun 2000-an.

Ikan yang aslinya dari Cina ini, bentuknya amat lucu dan menyenangkan. Ukurannya sedang sampai besar mencapai 20 cm. Namun, di Indonesia ikan jenis ini sejenis dengan ikan mas. Ikan ini senang merayap di dasar dan hanya sesekali berenang. Berbagai macam warna ada pada ikan mas koki, seperti merah, kuning, hitam, putih, dan ada pula campuran berbagai warna. Selain itu, ikan ini pun memiliki jenis atau varietas sangat beragam.

Bentuk badan umumnya bulat atau gemuk. Makin bulat biasanya makin digemari para penggemar. Pada beberapa jenis, mas koki kepala singa (lion head) dan mata balon, tidak memiliki sirip punggung. Ada pula yang mempunyai sirip ekor satu dan dua buah, terbuka atau mekar serta panjang. Sementara yang jenis siripnya kuncup dan tidak mekar, tidak laku dijual atau tidak disenangi.

Beragam jenis

Keragaman jenis yang dimiliki ikan mas koki menjadi daya tarik bagi penggemar. Karena keragaman tersebut, penggemar akan jauh dari kebosanan memelihara. Apalagi jenis ikan ini cukup indah dilihat, apalagi bila warnanya cerah nan menawan.

Karena itu, kepada penggemar pemula yang belum paham betul tentang beragam jenis ikan mas koki, sebaiknya bertanya kepada siapa saja yang dianggap lebih tahu. Atau bisa pula melalui berbagai buku panduan yang sudah banyak beredar di pasaran. Hanya saja untuk sekadar pengetahuan dasar, berikut ini ada beberapa jenis ikan mas koki:

Spenser

Jenis ini memiliki bentukan daging di kepala seperti jambul. Ekornya ada yang pendek dan panjang, warnanya mayoritas merah oranye, tetapi ada pula yang campuran merah, hitam, dan putih di seluruh badan.

Red cap (raskit)

Jenis raskit mempunyai warna putih perak dengan warna merah di atas kepala. Jenis yang bagus, warna merahnya tidak melebar ke tutup insang. Karakter bagus lain, ada jambul di kepala dan mempunyai mata kecil berwarna hitam tajam, sirip ekornya panjang dan pendek.

Mutiara

Koki mutiara memiliki sisik membentuk bangunan butiran mutiara di seluruh tubuhnya. Bentuk badan bulat telur dengan kepala berukuran kecil, sirip ekornya mekar serta warnanya kebanyakan putih, baik polos maupun campuran warna lain seperti merah, oranye atau kuning.

Lion head

Kepala singa adalah jenis yang paling disukai penggemar. Jenis ini berekor mekar namun pendek dan ada jambul di kepala. Bentuk badan bulat dan pendek. Warnanya sangat bervariasi, seperti merah oranye, putih perak, dan warna-warna lainnya. Karena besar kepalanya dan ekornya pendek, ikan ini sering berenang nungging atau jungkir balik bila air terlalu dalam.

Mata balon

Janis ini terkenal karena matanya seperti balon berisi air. Warnanya kebanyakan merah dan oranye. Yang berwarna oranye matanya tajam hitam dan merupakan tipe favorit sehingga memiliki nilai harga cukup tinggi.

Pemberian pakan

Pakan sangat erat dengan pertumbuhan dan kesehatan maupun stamina ikan. Untuk menjaga kesehatan dan stamina ikan, pakan tidak perlu diberikan terlalu banyak. Berkaitan dengan pemberian pakan, hal yang diperhatikan adalah cukup gizi. Sehingga, sebaiknya pakan diberikan secara bervariasi. Pemberian suplemen bahan-bahan tertentu dalam pakan untuk memperbaiki penampilan, terutama warna, tentu akan menaikkan nilai ekonomi.

Untuk perawatan ikan mas koki, menurut Iwan, penggemar yang menempati kios jual beli ikan hias khusus mas koki di Pasar Pagarsih Bandung ini, biasa memberi ikan mas kokinya dengan cacing merah setiap hari dan sepekan sekali diberi pelet. "Untuk lebih mudahnya, penggemar bisa menggunakan pakan buatan yang telah banyak di pasaran," jelas Iwan yang menjual berbagai jenis ikan mas koki, seperti jenis mutiara, butterfly, rancu, oranda, ryukin (tossa), black more, lion head, demekin, dll.

Daya tarik

Daya tarik ikan sangat dipengaruhi keadaan fisik dan kondisi kesehatannya. Selain berperilaku gesit, ikan yang sehat juga selalu menunjukkan penampilan kulit dan sisik cemerlang. Dengan demikian, perlu dilakukan perlakuan agar fisik dan kesehatan ikan tetap terjaga.



Tags: ,
»»  READMORE...
Label: 0 komentar